Pertumbuhan bisnis properti di Sumatera Utara pada tahun 2011 mencapai 20 persen.
Beberapa pengusaha yang berkecimpung di bisnis properti banyak yang mengalami perkembangan yang cukup baik.
Demikan hal itu diungkapkan oleh Tomy Wistan Ketua DPD REI Sumut saat ditemui Tribun di Medan, Selasa (25/10/2011).
“Perkembangan bisnis properti di Sumut dimulai pada tahun 2009, menanjak hingga tahun 2011 ini. Saya perhatikan proyek dari pengusaha properti yang tergabung dalam REI, pertumbuhannya mencapai 20 persen dibandingkan tahun 2010,” kata Tomy.
Namun ketika ditanyakan berapa nilai investasinya, ia tidak bisa memberitahukan secara akurat, dengan alasan belum adanya survei mendalam mengenai hal tersebut..
"Secara kasat mata bisa kita lihat tahun ini properti di Sumut mengalami pertumbuhan yang cukup baik,” ujarnya.
Pesatnya perkembangan properti ini juga didukung oleh penyaluran KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) yang meningkat di perbankan.
Tomy mengungkapkan pembiayaan kredit di sektor properti meningkat mulai dari 30-50 persen.
sumber
Jl. SEI MUSI NO. 11 MEDAN Menyelenggarakan Pembangunan Perumahan untuk masyarakat luas
Thursday, October 27, 2011
Monday, October 24, 2011
Taman Indah di Sekitar Rumah
Membuat taman merupakan salah satu usaha kita untuk menghadirkan keindahan bagi lingkungan rumah kita. Perencanaan desain taman baik di depan, samping, dan belakang rumah, ternyata bisa kita lakukan sendiri. Tentu pertanyaannya sekarang, bagaimana membuat taman itu? Saya jelaskan beberapa poin yang penting dalam membuat taman.
Tema Taman
Pilihlah tema taman yang sesuai dengan keinginan Anda. Misalnya Anda bisa memilih tema taman gaya Bali, taman gaya tropis, taman gaya minimalis, atau gaya modern. Namun Anda juga harus mempertimbangkan situasi dan kondisi lahan yang Anda punya.
Pemilihan tanaman
Pemilihan vegetasi merupakan poin yang harus diperhatikan. Buatlah beberapa list jenis tanaman yang Anda suka. Belilah sesuai dengan kebutuhan bagi lahan Anda dan tentunya tanaman yang sehat juga menjadi poin yang sangat penting. Saya memiliki rumus untuk menghitung jumlah tanaman (berdasarkan jarak tanam vegetasi) yang ada sebagai berikut:
| Jarak Tanam (cm) | Jumlah Tanaman (nos/m2) |
| 10 | 100 |
| 15 | 44.444 |
| 20 | 25 |
| 25 | 16 |
| 30 | 11.111 |
| 40 | 6.25 |
| 50 | 4 |
| 60 | 2.7 |
| 75 | 1.7 |
| 100 | 1 |
Jadi seperti ini perhitungannya: jika Anda memiliki 2 meter persegi lahan, dan mempunyai tanaman yang mempunyai jarak tanam 30 cm, maka jumlah tanaman yang Anda butuhkan adalah 22.222 (dibulatkan menjadi 22)
Tata Letak
Tata letak tanaman mempengaruhi keindahan dalam merancang taman. Selalu perhatikan komposisi vegetasi seperti rumput (grass), tanaman penutup (groundcover), perdu (shrubs and feature plant), tanaman air (waterplant) dan pohon (tree). Strata vegetasi yang harus diperhatikan seperti ini: Pohon diletakkan sebagai background (area paling belakang), Perdu dan semak diletakkan sebagai midground (area tengah), dan terakhir tanaman penutup atau groundcovers dan rumput diletakkan sebagai foreground (area depan)
Pengolahan Media Tanam
Pengolahan media tanam yang baik dengan pencampuran tanah humus dan pupuk (organik atau non organik) sangat berperan bagi kelangsungan hidup tanaman kita. Penyiraman yang baik juga harus diperhatikan terutama pada pagi dan sore hari. Untuk penyirama jika Anda memiliki dana lebih, Anda bisa beli sprinkler (penyiram air otomatis) yang dapat disetting sesuai keinginan kita.
Drainase
Pada musim hujan bagian ini yang penting diperhatikan. Tanpa drainase kebun atau taman kita bisa banjir. Kenapa? Karena pada dasarnya drainase untuk mengatur aliran air yang sudah tidak terpakai dialihkan ke pembuangan riol (istilahnya got). Tapi ada juga alternatif pembuatan drainase ini dengan pembuatan lubang biopori.
So… bagaimana dengan Anda? Ingin membuat taman sendiri dengan tips ini?
Wednesday, September 28, 2011
Mempercantik desain interior Rumah Minimalis
1. Gunakan ornamen interior yang menggunakan bentuk geometris sederhana, tidak berlebihan, berbentuk garis-garis vertikal dan horisontal tanpa profil. Beberapa ornamen dari batu alam ekspos bisa diaplikasikan sebagai upaya mempercantik rumah minimalis Anda.
2. Pemilihan cat interior ruangan, sebaiknya menggunakan warna-warna cerah minimalis. Berilah aksen dengan menggunakan permainan dua warna yang sengaja ‘ditabrakkan’ untuk menghapus kesan monoton.
3. Kusen pintu dan jendela, sebaiknya menggunakan kayu warna gelap tanpa profil. Akan lebih baik lagi jika memakai kusen alumunium karena lebih presisi.
4. Jika Anda menggunakan railing tangga dan teralis, pilihlah yang ber-motif sederhana tanpa ornamen ‘berat’ seperti motif bunga-bunga/suluran. Perpaduan garis-garis horisontal dan vertikal pada railing, adalah sebuah salah satu ciri interior rumah minimalis.
5. Pilihlah penutup jendela dengan tipe roller, basic blind baik vertikal atau horisontal
6. Lampu penerangan bisa menggunakan model down light, lampu sembunyi, maupun lampu gantung berbentuk bulat, kotak, ataupun prisma.
7. Penggunaan furniture seperti meja dan kursi dipilih model yang simpel dan finishingnya memakai warna cokelat gelap dan dan aksen warna hitam. Pilihan meja bisa menggunakan meja berbahan kaca untuk menciptakan kesan ringan.
8. Untuk sofa, gunakan model sofa berbentuk kotak sederhana tanpa terlalu banyak aksen. Plihan warna sofa bisa menggunakan warna gelap atau warna terang yang dikombinasi warna gelap. Untuk bantal sofa sebaiknya memakai warna senada dengan sofa.
9. Selanjutnya untuk tempat tidur bisa menggunakan dipan lurus seperti pada furniture gaya jepang. Bed cover, sarung bantal dan sprei menggunakan corak sederhana, dan kombinasi warna dibatasi 2 warna tanpa motif.
10.Jika Anda menggunakan karpet lantai, pilih karpet dengan warna solid tanpa motif.
11.Hindari kesan ‘penuh’ pada ruangan dengan membatasi jumlah perabot secukupnya saja. Jika Anda menyukai lukisan, pilihlah lukian dengan komposisi warna sederhana dengan frame kotak, tanpa profil apalagi ukiran.
12.Pilihan aksesoris interior sebaiknya dipilih bentuk patung berbentuk unik, gelas kaca artistik, atau tempat lilin. Batasi jumlah aksesori demi menghindari kesan ‘penuh’ seperti poin di atas.
13.Upayakan interior rumah minimalis Anda selalu dalam kondisi ‘bersih’ dengan meletakkan barang-barang yang dirasa akan memenuhi perabot didalam laci atau lemari.
14.Akan lebih baik lagi jika diciptakan nuansa asri pada rumah minimalis Anda dengan membuat sebuah taman mungil dari kombinasi batu alam ekspos, tanaman kecil dan kolam aktif (hh).
Tuesday, August 16, 2011
Waktu Yang Tepat Beli Rumah
Terkadang orang kebingungan ketika akan membeli rumah. Beragam alasan seperti waktu yang tidak tepat, menunggu suku bunga yang pas, dan dikarenakan beberapa faktor lainnya. Jika secara finansial Anda belum mencukupi pun tidak ada alasan untuk menunda membeli rumah, kecuali jika rumah impian belum ditemukan.
Sebagai pembeli sudah pasti ingin mendapatkan harga yang sangat murah, kalau bisa di bawah harga pasar. Menunggu hingga promo atau diskon besar-besaran juga bisa jika Anda ingin mendapatkan rumah murah. Berikut ini ada tiga kondisi yang membantu pembeli mendapatkan harga yang relatif murah.
1.Pemilik Rumah yang sangat BU (Butuh Uang)
Tujuan seseorang menjual rumah bisa karena banyak hal, dari ingin menikmati suasana bau, dekat dengan orang tua, sampai karena kebutuhan finansial. Pemilik yang menjuak rumahnya karena alasan finansial ini dapat anda temukan, tapi tidak janrang mereka akan menutup-nutupi karena tahu bahwa pembeli akan berusaha menekan harga. Cari tahu dengan teliti disertai dengan beberapa pertanyaan untuk memperjelas alasan kenapa ia menjual rumah tersebut. Jika Anda sudah tahu alasannya maka dengan mudah Anda bisa menawar harga rumah itu.
2. Promosi Proyek Perumahan
Sering-seringlah melihat iklan di koran, majalah, atau spanduk yang dipasang di jalan-jalan. Pengembang perumahan biasanya akan menggelar diskon besar-besaran untuk meramaikan perumahan yang baru saja dibangunnya atau memang masih sepi penghuni. Teliti dengan cermat dan jangan lupa untuk survei lokasi terlebih dahulu. Jika memang sudah sesuai dengan rumah yang Anda impikan, jangan ragu lagi untuk mengambil keputusan.
3. Kondisi Perekonomian yang Tidak Stabil
Perekonomian setiap negara hampir pasti mengalami keadaan lesu atau dilanda resesri. Tingkat inflasi tinggi, sektor industri yang macet, dan banyaknya angka penganggurann merupakan afirmasi akan keadaan tersebut. DAmpak paling dirasakan oleh masyarakat yang berpendapatan rendah ditambah dengan kebutuhan hidup yang makin mendesak. Dalam kondisi demikian saat yang tepat untuk membeli rumah.
Sebagai pembeli sudah pasti ingin mendapatkan harga yang sangat murah, kalau bisa di bawah harga pasar. Menunggu hingga promo atau diskon besar-besaran juga bisa jika Anda ingin mendapatkan rumah murah. Berikut ini ada tiga kondisi yang membantu pembeli mendapatkan harga yang relatif murah.
1.Pemilik Rumah yang sangat BU (Butuh Uang)
Tujuan seseorang menjual rumah bisa karena banyak hal, dari ingin menikmati suasana bau, dekat dengan orang tua, sampai karena kebutuhan finansial. Pemilik yang menjuak rumahnya karena alasan finansial ini dapat anda temukan, tapi tidak janrang mereka akan menutup-nutupi karena tahu bahwa pembeli akan berusaha menekan harga. Cari tahu dengan teliti disertai dengan beberapa pertanyaan untuk memperjelas alasan kenapa ia menjual rumah tersebut. Jika Anda sudah tahu alasannya maka dengan mudah Anda bisa menawar harga rumah itu.
2. Promosi Proyek Perumahan
Sering-seringlah melihat iklan di koran, majalah, atau spanduk yang dipasang di jalan-jalan. Pengembang perumahan biasanya akan menggelar diskon besar-besaran untuk meramaikan perumahan yang baru saja dibangunnya atau memang masih sepi penghuni. Teliti dengan cermat dan jangan lupa untuk survei lokasi terlebih dahulu. Jika memang sudah sesuai dengan rumah yang Anda impikan, jangan ragu lagi untuk mengambil keputusan.
3. Kondisi Perekonomian yang Tidak Stabil
Perekonomian setiap negara hampir pasti mengalami keadaan lesu atau dilanda resesri. Tingkat inflasi tinggi, sektor industri yang macet, dan banyaknya angka penganggurann merupakan afirmasi akan keadaan tersebut. DAmpak paling dirasakan oleh masyarakat yang berpendapatan rendah ditambah dengan kebutuhan hidup yang makin mendesak. Dalam kondisi demikian saat yang tepat untuk membeli rumah.
Wednesday, August 3, 2011
9 Cara Jitu Merawat Rumah Idaman Anda
Rumah perlu dirawat karena dinilai mengekspresikan jiwa pemiliknya. Mulai dari interior rumah dan beberapa bagian rumah seperti halaman, ruang tamu, lantai dan dinding, bahkan kamar mandi, dari sana tergambar jelas sifat penghuninya, apakah mereka rajin dan rutin merawat rumah tinggalnya.
Disini ada 9 cara jitu merawat rumah idaman Anda seperti membersihkan kerak di kamar mandi, memperbaiki lantai keramik retak / lepas, memperbaiki lantai yang basah atau lembab, memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor, mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas, kapan perlu melakukan pengecatan ulang, cara memaku dinding agar tidak retak, menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap, dan membasmi jamur di rumah.
Jadi bila ingin dinilai memiliki ekspresi jiwa yang menyenangkan, segeralah tata dan rawat hunian anda dengan tips dan trik berikut ini:
1 : Membersihkan kerak di kamar mandi
Lantai kamar mandi yang berkerak kuning kecokelatan dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut : Kerak digosok berkali-kali dengan batu apung dan air sabun, kemudian dibilas dengan air bersih. Citroenzuur (asam sitrat) ditaburkan pada dinding dalam atau luar dan dasar bak mandi yang sudah dibasahi sebelumnya, biarkan asam sitrat bereaksi selama satu jam. Kemudian, disikat dan disiram dengan air bersih dan dibilas sampai benar-benar bersih. Selanjutnya keringkan dengan lap kering. Asam sitrat atau sering disebut sitrun yang berbentuk bubuk berwarna putih tersebut dapat diperoleh di toko-toko perlengkapan kue.
2 : Memperbaiki lantai keramik retak / lepas
Lantai keramik retak dilepas dengan hati-hati agar keramik yang masih utuh tidak ikut terlepas. Nat dikorek dengan benda tajam. Setelah itu pasangan lantai dilepas atau dipecah sampai ke dasar, dibuat dasar lantai, kemudian keramik lantai pengganti dipasang.
Jika nat lantai keramik yang rusak, nat dibersihkan dahulu dengan cara dikorek. Kemudian nat disiram dengan air bersih. Selanjutnya celah nat diisi dengan campuran yang agak cair dan biarkan meresap sampai ke dalam. Pada waktu isian tadi masih setengah kering, diikuti dengan campuran yang lebih kental dan ditekan agar padat. Sebelum isian tersebut mongering, sisa-sisa bahan pengisi yang tercecer di permukaan lantai dilap dengan lap kering.
3 : Memperbaiki lantai yang basah atau lembab.
Perbaikan pada lantai yang basah atau lembab sebenarnya cukup mudah asal diketahui penyebabnya. Apabila resapan air ke permukaan lantai masuk melalui nat, nat ditutup dengan bahan yang kedap air. Jika terjadi pada lantai yang bukan kedap air, seluruh lantai yang basah dan lembab tersebut dibongkar sampai ke dasar urugan pasir. Di atas urugan pasir tersebut dilapisi dengan lembaran plastik lalu di atasnya dilapisi dengan campuran spesi yang kedap air dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir setebal 3 cm. Lantai sudah siap dipasang kembali.
4 : Memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor.
Kebocoran pada kamar mandi di rumah biasanya berasal dari nat keramik. Seringkali nat terkikis oleh air, bahan kimia pembersih, sabun, atau cara pemasangan keramik pada kamar mandi yang kurang tepat. Harus diketahui dahulu apakah keramik tersebut menempel dengan baik pada lantai dengan cara lantai diinjak dengan sedikit tekanan atau diketuk. Jika berbunyi nyaring berarti terdapat celah atau rongga kosong.
5 : Mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas.
Agar lapisan cat pada dinding tidak mudah mengelupas maka penggunaan plamur harus dibatasi hanya sebagai penutup retak-retak rambut yang halus pada dinding. Seringkali kita melakukan kesalahan yaitu menggunakan plamur sebagai lapisan cat dasar. Bahan plamur tidak dibuat untuk mengikat cat sehingga kalau tetap digunakan dalam proses pengecatan, maka cat akan mudah mengelupas. Waktu pengecatan pada dinding harus dipilih dengan hati-hati.
Jika pengecatan dilakukan pada kondisi hujan, cat akan butuh waktu lama untuk mengering. Begitu pula jika pengecatan dilakukan pada kondisi matahari sangat terik, hasilnya juga kurang bagus. Hasil pengecatan di bagian luar (permukaan dinding) akan mongering lebih dahulu daripada bagian dalam. Hal ini berpotensi menyebabkan cat retak, menggelumbung atau mengelupas. Waktu ideal untuk melakukan pengecatan adalah pada kondisi kering dan tidak pada saat matahari bersinar sangat terik.
6 : Kapan perlu melakukan pengecatan ulang ?
Pengecatan ulang perlu dilakukan jika kita menemukan dinding rumah sudah mengapur. Tanda-tandanya dapat kita ketahui dengan menyaapukan telapak tangan pada permukaan dinding. Jika kita dapatkan bekas bubuk putih berarti dinding perlu dicat kembali.
7 : Cara memaku dinding agar tidak retak.
Seringkali kita memaku dinding untuk mengantungkan pigura atau aksesoris rumah tangga, namun kita dapati dingding menjadi retak. Hal ini terjadi bukan karena campuran spesi yang kurang bagus tapi karena kita belum mengetahui cara memaku dinding yang benar. Caranya adalah dengan memberikan selotip silang pada dinding sebelum permukaan tembok dipaku, baru kemudian dipaku pada bagian tengah persilangan selotip tadi. Setelah selesai, selotip dilepaskan secara perlahan sesuai kebutuhan.
Jika bahan dinding kurang berkualitas, maka jika dipaku, dinding akan rontok. Cara untk mengatasinya adalah siramkan dua sampai tiga sendok makan cuka pada bagian dinding yang hendak dipaku. Tunggu sampai kering baru kemudian dinding dapat dipaku.
8 : Menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap
Caranya dengan mencampur 3 Oli dan 1 solar kemudian diaduk sampai rata. Campuran tersebut dioleskan merata keseluruh permukaan kayu sampai campuran oli dan solar tersebut benar-benar kering. Setelah itu dilakukan pengecatan pada permukaan kayu. Dapat pula sebelum dicat, permukaan kayu dilapisi obat anti jamur untuk mencegah serangan dari rayap.
9 : Membasmi jamur di rumah.
Untuk mengatasi jamur ringan dan belum lama menyerang bagian-bagian rumah pada dinding dan plafon atau bahkan perabot rumah, dapat digunakan cuka, fungisida (pembasmi jamur) atau cairan disinfektan. Caranya, kain lap ditetesi cuka, disapukan pada bagian yang terserang jamur secara perlahan-lahan agar spora jamur tidak beterbangan kemana-mana. Penyapuan diulangi dengan cuka dan kain lap baru. Sikat tidak disarankan untuk membersihkan jamur karena akan membuat spora menyebar ke tempat lain, misalnya menempel pada perabot, sofa atau terhirup oleh manusia.
Jika serangan jamur sudah lama dan cukup berat, misalnya pada plafon akibat bocor, segera diperbaiki kebocorannya dan diganti plafonnya atau dicat ulang. Instalasi sanitasi juga perlu dijaga dari kerusakan dan bocor agar tidak menjadi penyebab munculnya jamur. [int]
Subscribe to:
Posts (Atom)







