Tuesday, April 17, 2012

Program Rumah Pekerja Kemenpera Diminati Industri Tekstil

MedanBisnis – Jakarta. Salah satu perusahaan tekstil dan garmen terkemuka di Indonesia, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) menyatakan minatnya untuk ikut serta dalam pembangunan rumah untuk para pekerja dan buruh yang merupakan salah satu program Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).
Oleh karena itu, Kemenpera dalam waktu dekat akan segera meninjau kesiapan lahan dari PT Sritex sebagai lokasi pembangunan rumah pekerja tersebut. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz bersama Presiden Komisaris Sritex H Mohammad Lukminto yang membahas tindak lanjut program rumah pekerja di Kantor Kemenpera, Jakarta, baru-baru ini.

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Perumahan Formal Kemenpera, Pangihutan Marpaung serta Presiden PT Sri Rejeki Isman, Iwan S Lukminto. "Kami sangat senang apabila perusahaan tekstil serta garmen sebesar Sritex Grup bisa ikut dalam program pembangunan rumah untuk para pekerja," ujar Menpera Djan Faridz.

Menpera Djan Faridz mengungkapkan, rumah bagi para pekerja merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Dengan demikian, mereka bisa bekerja lebih tenang tanpa harus memikirkan biaya sewa rumah yang cukup merogoh kocek serta penghasilan bulanannya.

"Biasanya para pekerja tinggalnya di pinggiran kota dan jauh dari tempatnya bekerja. Kalau tidak mereka biasanya tinggal di kontrakan yang biaya sewanya cukup mahal," terangnya. Lebih lanjut, Menpera Djan Faridz menambahkan, pembangunan rumah yang dilakukan pada dasarnya juga menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap tingkat kesejahteraan para pekerja. Jika hal itu dapat dilakukan oleh seluruh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia tentunya para pekerja akan lebih sejahtera, semangat kerja yang tinggi serta mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan karena keberadaan mereka ikut diperhatikan.

Kemenpera, imbuhnya, akan segera melakukan kunjungan lapangan untuk melihat kesiapan lahan milik perusahaan yang akan ikut serta dalam program rumah pekerja. Selain itu, Kemenpera juga siap memberikan bantuan parasarana, sarana dan utilitas seperti jalan, saluran air serta solar cell untuk lampu penerangan.

Selain itu, para pekerja juga bisa menggunakan KPR Fasilitas Likui-ditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dimana angsuran rumah yang harus dicicil oleh pekerja sangat murah dan suku bunga hanya 7,25% flat selama masa tenor.

"Kami juga memiliki rumah contoh untuk para pekerja yang saat ini terdapat di halaman kantor Kemenpera. Kami berharap pemerintah daerah setempat bisa ikut membantu kemudahan perijinan jika ada perusahaan-perusahaan di daerahnya yang ingin membangun perumahan bagi pekerjanya," tandasnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris Sritex H Mohammad Lukminto menyatakan, pihaknya sangat mendukung program rumah pekerja yang dilaksanakan oleh Kemenpera. Pasalnya, program ini sangat menolong para pekerja serta buruh yang ingin memiliki rumah meskipun penghasilan bulanannya tidak terlalu besar.

PT Sri Rejeki Isman yang berlokasi di daerah Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah ini, imbuhnya, berencana membangun rumah bagi para pekerja Sritex Group dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, pihaknya akan membangun sekitar 3.000 rumah pekerja.

"Kami sudah memiliki tanah untuk lokasi pembangunan rumah pekerja ini. Kami berharap dengan dukungan dari Kemenpera rumah untuk para pekerja di perusahaan kami bisa lebih cepat terealisasi," harapnya. (kpr)

No comments:

Post a Comment